Vendor Penyelenggara Pernikahan Harus Punya Rekomendasi dari APPS

SHARE

SUMEDANGKAB.GO.ID, KOTA - Aliansi Penyelenggara Pernikahan (APPS) Kabupaten Sumedang mengadakan simulasi penyelenggaraan pernikahan di masa AKB menuju new normal di Asia Palsa Sumedang, Rabu (24/6/2020). Dalam acara tersebut disimulasikan acara resepsi pernikahan dengan menerapkan protokol kesehatan, dari mulai kedatangan rombongan pengantin, ijab kabul, sesi foto, salaman, hingga penyajian hidangan untuk tamu undangan.
Ketua APPS Sumedang, Yadi Mulyadi, yang akrab disapa Wok Bahman mengatakan simulasi ini dilakukan untuk meyakinkan masyarakat dan pemerintah bahwa penyelenggara pernikahan di Sumedang sudah siap menyelenggarakan resepsi pernikahan dengan menerapkan protokol kesehatan.
"Intinya tentu berbeda dengan masa normal sebelumnya, akan ada tempat cuci tangan, pemeriksaan tubuh, tidak ada salaman, tidak ada prasmanan, dan tamunya pun dibatasi hanya 50 persen kapasitas tempat, sesuai SOP dari Disbudparpora (Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga," katanya.
Menurutnya, peraturan yang dikeluarkan pemerintah harus dijalankan semua penyelenggara pernikahan demi menjaga kesehatan semua orang.
"Dengan adanya aliansi ini kami akan memaksakan semua penyelenggara pernikahan agar menjalankan SOP dari pemerintah, agar lebih baik dari segi kesehatan," tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris APPS Sumedang, Yustina Dewi menegaskan, semua vendor pernikahan harus punya surat rekomendasi dari aliansi untuk menyelenggarakan sebuah pernikahan. Surat rekomendasi diresmikan oleh Disbudparpora Kabupaten Sumedang.
"Semua vendor yang tergabung dalam aliansi akan punya surat rekom jika membuat surat pernyataan siap menjalankan SOP dari Dibudparpora. Jadi semua rencana resepsi pernikahan diketahui oleh Disbudparpora," ucapnya.
Kemudian, kata Yustina, bagi calon pengantin harus memberikan data tamu undangan kepada vendor. Langkah ini guna mencegah ada tamu dari zona merah atau zona hitam.


"Yang punya hajat harus punya data base tamu undangan, ada alamat dan nomor HP, kalau ada yang dari zona merah atau zona hitam tidak akan diperkenankan masuk," ucapnya. ***(rsi)